Haruskah Kita Bersedih?


Haruskah kita bersedih, ketika kita diputus pacar?

Haruskah kita bersedih, ketika kita kehilangan keluarga kita?

Haruskah kita bersedih, ketika kita berusaha jujur dalam ujian dan kita melihat teman kita melakukan kecurangan?

Diatas hanyalah beberapa opsi, apakah kita harus bersedih dengan kejadian kejadian tersebut ini hanya opsi penulis hehe😀 .

Opsi pertama, Haruskah kita bersedih, ketika kita diputus pacar? jawaban penulis adalah karena penulis tidak pernah merasakan diputus jadi penulis juga bingung apakah harus bersedih dengan menangisi sepenjang hari ataupun bahagia karena kita telah salah memilih😀.  Namun ini juga tidak sesuai dengan karakter penulis hehe yang suka cari pacar kesana kemari dengan muka sok gantengnya hehe lebih baik kan mensholehkan diri, menjaga diri dan semoga juga mendapatkan jodoh sholehah hehe. Dalam agama islam kan tidak ada namanya pacaran🙂. Di dalam Al Qur’an juga menerangkan bahwa laki laki yang baik untuk wanita yang baik baik🙂.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (Qs. An Nur:26)

 menurut sobat bagaimana?

opsi kedua, Haruskah kita bersedih, ketika kita kehilangan keluarga kita? hmm nggak usah ditanya kalau ini hehehe siapapun itu tentu merasakan kesedihan saat ditinggal keluarga kita dimana kita terbiasa dengan mereka saat sedih maupun senang bersama mereka. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun juga sama dengan kita beliau saat kehilangan paman dan istrinya Siti Khadijah merasakan kesedihan yang mendalam bahkan karena kesedihan tersebut maka dikenal sebagai tahun duka cita. Namun bedanya kita dengan Rosulullah adalah beliau langsung dihibur oleh Allah dengan peristiwa yang kita kenal sebagai Isra Miraj. Namun yakinlah dan berusaha kita pasti bisa melewatinya dan semoga kita termasuk orang orang yang kuat dalam menerima segala cobaan Aamiin.🙂

opsi ketiga, Haruskah kita bersedih, ketika kita berusaha jujur dalam ujian dan kita melihat teman kita melakukan kecurangan? ini mungkin kejadian yang sering biasa kita temui hehehe saya yakin kalian orang orang yang jujur😀. kadang kala yah saat kita berusaha jujur dalam mengerjakan ujian, diawal kita sudah niatkan itu. namun tiba tiba saat kita mengerjakan ujian, teman kita ternyata melakukan kecurangan dengan berbagai cara agar mendapatkan nilai yang memuaskan. Namun jika kita lihat lebih dalam, apalah artinya jika mendapatkan nilai tinggi dari sebuah kecurangan. walaupun dia merasakan kesenangan namun apakah itu kesenangan abadi? tidak bukan. mungkin dari kita juga pernah sama melakukannya yang kita dapat hanyalah kesenangan semu dan ada rasa sesaldidalam hati.

menurut kalian bagaimana?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s