Bukti-bukti untuk memperkokoh Aqidah


a. Bukti Fitrah (Ad-daliil Al-Fithri)

Fitrah berarti hati nurani. Setiap manusia menyadari adanya kekuatan ghaib yang memiliki kekuatan yang besar melebihi dirinya bahkan di luar kehendak dirinya. Kesadaran ini muncul secara spontan bahkan oleh seorang Ateis, yang tidak akan berbohong meskipun diingkari atau ditolak. Fitrah manusia dijelaskan dalam Q.S Al-A’raf: 172.

Dan (ingatlah) ketika Rabb-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):”bukankah Aku ini rabb-mu?” mereka menjawab:”Betul Engkau adalah Rabb kami, kami menjadi saksi”. Kami lakukan itu agar hari kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnyakami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah (lupa) terhadap ini (Keesaan Allah)”.

b. Bukti yang didasarkan dan dibenarkan oleh Akal (Ad-daliil Al-Aqliyy)

Akal menjadi pengistimewa manusia dibandingkan dengan makhluk Allah yang lain. Dia memberi bimbingan tentang metode berpikir sistematis untuk mengenal-Nya melalui dasar-dasar kosmologi, antropologi, astronomi, dan psikologi.

  1. Allah memperkenalkan dirinya melalui fenomena-fenomena alam semesta. (Q.S Al-Baqarah: 164)
  2. Allah memperkenalkan dirinya melalui hubungan-hubungan sesama manusia dan lingkungannya, peran dan kedudukannya yakni sebagai Khalifah di bumi dengan anugerah kekuatan yang berasal dari Allah. ( Q.S At-Thariq: 5-7)
  3. Tanda-tanda kekuasaan Allah tergambar dari pergerakan planet-planet, bintang-bintang, dan benda-benda di luar angkasa. (Q.S. Asy-Syams: 1-6)
  4. Kebesaran Allah dan kekuasaannya terhadap ruh manusia yang pengetahuan tentangnya oleh manusia baru sebatas diketahui gejalanya. (Q.S Ar-Rum: 2).

c. Bukti dalam Al-Qur’an (Ad-daliil An-Naqliyy)

Kebenaran hakiki tentang keberadaan Allah merupakan hal yang tidak bisa dijangkau secara langsung oleh akal yang hanya mampu menjangkau hal-hal fisik yang indrawi dan sebagai perantara wahyu. Oleh karena itu wahyu (firman Allah) yang termaktub dalam Al-Qur’an menjadi bukti puncak keberadaan Allah dan tanda-tanda kekuasaannya. (Al-Ikhlas: 1-4).

Berdasarkan kekuatan bukti, tentu akal berada di bawah wahyu sehingga parameter kebenaran dalam mengenal Allah maupun mengamalkan ajaran yang dikehendaki Allah adalah Al-Quran dan Sunnah. Sedangkan akal digunakan sebagai bukti sekunder dan alat bantu memahami wahyu sebatas kemampuan manusia.

sumber: Modul DAD Al Khawarizmi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s