Lima Pejuang Nekat Bromo


dari kiri ke kanan: Eka, Reni, Kartini, Abu, Azzam

dari kiri ke kanan: Eka, Reni, Kartini, Abu, Azzam

Perjalanan kami dimulai dari sebuah ide untuk berlibur bersama dengan mengunjungi objek wisata tertentu. Di awal pembahasan tersebut banyak yang menilai itu hanya sebuah wacana khususnya teman-teman seperjuangan mungkin itu di akibatkan karena kami sering membahas berbagai hal namun nyatanya hanya sebuah wacana belaka tanpa realisasi.

Berangkat dari situlah kami ingin membahas suatu liburan bersama dan tidak menjadi wacana belaka. Maka tercetuslah ide untuk liburan ke gunung bromo, kenapa ke bromo? Alasan yang mendasar sebetulnya kami sama sekali tidak pernah kesana sebelumnya dan juga gunung bromo merupakan salah satu gunung yang mudah di akses oleh wisatawan jadi jangan khawatir bagi pemula karena sudah banyak juga yang mengupload keindahan gunung bromo baik lewat youtube maupun media sosial lain.

Namun dengan pengetahuan kami tentang gunung bromo yang minim dan kami bukanlah mahasiswa pecinta alam (MAPALA) tentu kami sempat ragu dan harus memikirkan matang-matang agar perjalan ini dapat terealisasi. Alhamdulillah berkat adanya internet dan tanya sana tanya sini menambah semakin yakin bahwa wacana ke bromo akan terealisasi.

Setelah itu membahas tanggal perjalanan kami niatnya kami kesana satu minggu setelah lebaran namun geser menjadi 2 minggu setelah lebaran atau tepatnya senin, 3 Agustus 2015 dan pulang tanggal 5 Agustus 2015. Demi kepastian siapa saja yang ikut maka pada tanggal 29 Mei 2015 kami membeli tiket Kereta Api dengan jurusan Stasiun Lempuyangan ke Stasiun Kota Probolonggo dengan harga tiket Rp. 100.000 dengan kereta api ekspress Sri Tanjung.

Setelah membeli tiket kami fokus pada penginapan mengingat kami tidak pernah kesana tentu kami harus mencari refrensi tempat untuk menginap mulai dari tanya teman, saudara dan lain-lain dan juga mencari informasi di internet. Hasilnya ada suatu penginapan dengan harga yang terjangkau dengan satu kamar 2 orang kala itu biayanya 175.000 . Namun setelah kami hubungi tempat penginapan ternyata untuk kelas ekonomi sudah penuh semua pada tanggal tersebut.

Kamipun membahas lagi apakah akan menginap di penginapan lain atau memakai tenda hasilnya kami sepakat memakai tenda saja kami juga mendapatkan info bahwa suhu di bromo itu sangat dingin dan juga jarang disana memakai tenda.

Sebelum kami berangkat kesana pada 3 Agustus kami terlebih dahulu mudik ke kampung halaman masing masing untuk berlebaran di rumah. Untuk itu kami membahas persiapan lewat sms khususnya masalah tenda karena saat itu tenda baru satu maka tidak elok jika satu tenda laki-laki dan perempuan.

Satu minggu sebelum keberangkatan kami masih perlu diskusi untuk membahas segala perlengkapan ke bromo. Karena masalah tenda belum clear maka kami mencoba untuk meminta daftar harga penyewaan perlengkapan camping di salah satu tempat peyewaan dekat kos. Alhamdulillah pada akhirnya kami tidak jadi menyewa karena ada yang bersedia meminjamkan tenda buat kami sehingga dapat menghemat pengeluaran.

Pada malam H-1 kami membahas barang-barang yang perlu dibawa dan mengecek segala perlengkapannya setelah itu kami istirahat.

Tepat tanggal 3 Agustus, pagi-pagi harus siap-siap ke stasiun karena Kereta berangkat jam 7.15 . untuk itu harus cek barang-barang pribadi agar tak tertinggal dan jangan lupa berdoa dan meminta doa sama orang tua juga agar diberi kelancaran di perjalanan dan pulang dengan selamat dalam keadaan sehat wal afiat.

Setelah sampai di stasiun kami tak lupa membeli lauk buat makan di dalam kereta dengan dicampur nasi yang sudah di buat di kos. Di dalam kereta kami duduk bersebelahan dengan bule. Sebelum kereta berangkat kami makan terlebih dahulu dengan nasi dan lauk yang tadi kami beli dan ternyata bule pun juga sedang sarapan dengan roti yang di olesi keju dan lain-lain. Ada yang bilang bahwa ini betul-betul seperti kesenjangan sosial yang satu makan nasi yang satunya makan roti tapi bagi penulis ini indonesia banget karena memang makanan pokoknya nasi bukan roti😀.

Perjalanan ke probolinggo merupakan perjalanan yang panjang karena membutuhkan waktu yang lama untuk sampai apalagi dengan kereta yang harus berhenti di beberapa stasiun. Alhamdulillah pukul 16.30 sampai juga di stasiun kota probolinggo.

Keluar dari stasiun kami bertemu lima mahasiswa atmajaya perempuan semua yang sama-sama mau ke bromo dan mereka juga baru pertama kali ke bromo. Di stasiun banyak sekali calo yang menawarkan angkutan menuju desa cemara lawang ( desa yang dekat bromo) dengan harga awal pada waktu itu 75 ribu tentu ini sangat mahal, jadi bagi yang pertama kali jangan kejebak permainan calo yah J. Pada awalnya kami nawar dengan harga murah namun karena alot kami disuruh nawarnya di travelnya, kami naik angkot menuju travelnya dengan ongkos Rp. 5000 namun di travelnya hanya mau Rp. 40. 000 saja nggak mau turun akhirnya  kami putuskan untuk ke terminal Bayu Angga kota Probolinggo dengan ongkos 3 ribu. Di terminal kami hampir buntu karena awalnya sopir inginnya 35 ribu dan kami menawar 30 ribu dan lama kelamaan sopir akhirnya setuju 30 ribu kamipun berangkat tengah 6 sore lebih dan sampai di cemara lawang jam 7.

Di cemara lawang kami di antar sama warga menuju tempat camping ground, lokasinya di belakang penginapan Lava View Lodge. Ternyata benar di Bromo wisatawan kebanyakan menginap di penginapan tidak menggunakan tenda sehingga kami nenda Cuma sendiri tidak ada kawan yang lain. Setelah itu kami bergegas membuat tenda karena makin malam suhu di kawasan bromo semakin dingin. Bagi yang sudah biasa ke gunung-gunung dengan camping membuat tenda adalah hal biasa dan bagi kami yang pemula tentu membutuhkan waktu lama disamping suhu yang cukup dingin yang sangat menghambat. Pada akhirnya 2 tenda sudah berdiri sehingga kami bisa beristirahat dan tak lupa sholat terlebih dahulu.

Setelah sholat kami menyiapkan makan yang masih sisa pada saat berangkat tadi ditambah segelas susu jahe hangat. Makin malam suhu semakin ekstrem sehingga kami cukupkan dulu makannya walaupun makanan belum habis. Setelah makan kami beristirahat di tenda masing-masing.

Sekitar jam 23.00 WIB tiba-tiba terdengar suara anjing yang mengaum itu yang membuat kami was-was khususnya di tenda perempuan karena dari temen-temen perempuan mengatakan bahwa tenda mereka tidak rapat sehingga menjadi khawatir jika anjing masuk ke tenda. Di tenda laki-lakipun juga cukup was-was, maka kami berinisiatif untuk satu saja laki-laki dan perempuan dengan alasan darurat dan keselamatan.

Sunrise

Sesuai rencana jam 3 kami bangun mau berburu sunrise namun apa dikata pada jam tersebut udara sangat dingin sehingga pada saat membereskan tenda perempuan kami tak sanggup lagi untuk meneruskan dan kembali lagi ke dalam tenda. Walaupun kami tak dapat melihat sunrise dari puncak bromo setidaknya kami dapat melihat sunrise dari perbukitan dekat tempat perkemahan kami.

sunrise bromo

sunrise bromo

Naik Puncak

Setelah kami sempatkan foto-foto disekitar tempat perkemahan kami, kami lanjutkan perjalanan kami ke puncak bromo. Sebelum ke puncak bromo kami memandang terlebih dahulu puncak bromo dari perbukitan. Berikut pemandangan bromo dari perbukitan:

bromo

Digital Camera

setelah itu kami melanjutkan menuruni bukit dan berjalan ke lautan pasir yang cukup luas, tiba-tiba kabut menutupi lautan pasir yang sangat pekat membuat udara begitu dinginnya sehingga kami harus waspada dan hati-hati agar tidak tersesat untuk itu kami sempatkan istirahat terlebih dahulu dengan makan roti yang dicampur susu agar perut tetap terisi dengan makanan sehingga perjalanan kami dapat dilanjutkan.

Setelah kabut menghilang kami melanjutkan perjalanan dengan menyusuri lautan pasir, sampailah kami di kaki bromo dan saatnya jalan mulai menanjak untuk sampai di tangga yang akan menuju ke puncak.

Namun sebelum sampai di tangga teman kami kartini tidak dapat melanjutkan perjalanan sampai puncak di karenakan terlalu capai dan terlalu sesak banyak debu yang berterbangan. Di tangga yang mempunyai kemiringan 60 derajat kami harus hati-hati agar tidak terpeleset juga sesekali harus minum dan beristirahat. Dan alhamdulillah usaha kami tak sia-sia akhirnya kami tiba juga di puncak. cita-cita dan impian kami akhirnya terkabul juga walaupun Cuma berempat yang sampai puncak.

kawah Bromo

Pulang

Setelah puas berfoto kami harus turun karena asap belerang juga sudah mulai naik kemudian kami beristirahat sebentar di warung di kaki bromo. Setelah itu saatnya kami kembali ke desa cemara lawang untuk balik lagi ke stasiun. Setelah mendapatkan angkutan dengan ongkos yang pas akhirnya kami turun di terminal Bayu angga setelah itu dilanjutkan menuju terminal dengan angkot.

stasiun probolinggo

Stasiun probolinggo

Setelah sampai di depan stasiun, kami tak langsung masuk ke stasiun namun kami makan dulu dan beristirahat di sebuah warung depan stasiun. Setelah selesai makan kami cukup kaget dengan total harganya karena kami hanya makan dengan makanan yang biasa saja totalnya sampai 91 ribu. Cukup lumayan mahal bagi kantong mahasiswa yang pas-pasan.

Setelah makan kami lanjutkan untuk bersih-bersih dan mandi di toilet masjid Agung yang dekat alun-alun kota probolinggo dan tak jauh juga dari stasiun dan juga sholat di dalam masjid.

 Setelah itu kami lanjutkan berjalan-jalan disekitar alun-alun dan bermalam di stasiun karena kami pulang jam 7 pagi dengan kereta api logawa. Kami sangat bersyukur bisa menikmati keindahan alam bromo yang begitu menawan dan semoga bromo akan terus terawat dengan baik sehingga siapapun yang datang ke bromo akan terus memimpikan kapan ke bromo lagi.

Terimakasih kawan-kawan, mungkin kami adalah para pejuang nekat bromo karena dari awal kami tak tau apa-apa tentang ke bromo dengan perbekalan pas-pasan dengan informasi yang minim dan alhamdulillah sampai juga dan pulang dengan kondisi sehat wal afiat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s