Perbedaan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II


Banyak yang masih bingung antara Angkasa Pura 1 dan Angkasa Pura 2 dari dilihat namanya saja terlihat sama namun ada penambahan angka yang membuat keduanya terlihat berbeda namun apakah benar keduanya berbeda atau sebenarnya sama saja. bagi sebagian orang mungkin ini tidak terlalu penting namun bagi sebagian lagi yang ingin tahu tenu penasaran karena setiap di media pasti jika ada persoalan bandara pasti akan mengaitkannya dengan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

Berikut ulasannya yang di ambil dari wikipedia dan web angkasa pura I dan angkasa pura II

Angkasa Pura I

Angkasa Pura I (Persero) adalah sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memberikan pelayanan lalu lintas udara dan bisnis bandar udara di Indonesia yang menitikberatkan pelayanan pada kawasan Indonesia bagian tengah dan kawasan Indonesia bagian timur.

Sejarah

Sejarah Angkasa Pura Airports sebagai pelopor pengusahaan kebandarudaraan secara komersial di Indonesia bermula dari kunjungan kenegaraan Presiden Soekarno ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden John F Kennedy. Setibanya di tanah air, Presiden Soekarno menegaskan keinginannya kepada Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum agar lapangan terbang di Indonesia dapat setara dengan lapangan terbang di negara maju.

Pada tanggal 20 Februari 1962 dijadikan hari berdirinya Angkasa pura Airport berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 1962 dengan nama Perusahaan Negara Angkasa Pura Kemayoran yang mempunyai tugas pokok sebagai pengelola dan pengusahaan bandar udara Internasional Kemayoran Jakarta.

Pada tanggal 17 Mei 1965 berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 21 tahun 1965 Pemerintah mengubah nama Perusahaan Negara Angkasa Pura Kemayoran menjadi Perusahaan Negara Angkasa Pura dengan maksud untuk lebih membuka kemungkinan mengelola bandar udara lain di wilayah Indonesia.

Dalam rangka pembagian wilayah pengelolaan bandar udara, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 25 tahun 1987 tanggal 19 Mei 1987 nama Perusahan Umum Angkasa Pura diubah menjadi Perusahaan Umum Angkasa Pura I, hal ini sejalan dengan dibentuknya Perusahaan Umum Angkasa Pura II yang secara khusus diberi tugas untuk mengelola Bandar Udara Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 5 Tahun 1992 bentuk Perusahaan Umum Angkasa Pura I diubah menjadi Perusahaan Angkasa Pura I (Persero) dengan Akta Notaris Muhani Salim, SH tanggal 3 Januari 1993 dan telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman dengan keputusan nomor C2-470.HT.01.01 Tahun 1993 tanggal 24 April 1993 serta diumumkan dalam lembar Berita Negara Republik Indonesia nomor 52 tanggal 29 Juni 1993 dengan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia nomor 2914/1993.

Pada tanggal 24 Oktober 1974 berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 37 tahun 1974 Pemerintah mengubah status badan hukum Perusahaan dari Perusahaan Negara (PN) menjadi Perusahaan Umum (Perum).

Pada tanggal 1 Oktober 1985 bandar udara Internasional Kemayoran ditutup dan mengalihkan seluruh kegiatan operasinya ke Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 14 Januari 1998 dan telah diaktakan dengan akta Notaris Imas Fatimah, SH nomor 30 tanggal 18 September 1998. Perubahan Anggaran Dasar telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia nomor C2-25829.HT.01.04 tahun 1998 tanggal 19 November 1998 dan dicantumkan dalam lembar Berita Negara Republik Indonesia nomor 50 tanggal 22 Juni 1999 dengan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia nomor 3740/1999.

Pengoperasian Bandara

Saat ini Angkasa Pura 1 mengoperasikan 13 bandara di kawasan Indonesia bagian tengah dan Timur, yaitu:

  1. Bandara Ngurah Rai – Denpasar
  2. Bandara Juanda – Surabaya
  3. Bandara Hasanuddin – Makassar
  4. Bandara Sepinggan – Balikpapan
  5. Bandara Frans Kaisiepo – Biak
  6. Bandara Sam Ratulangi – Manado
  7. Bandara Syamsudin Noor – Banjarmasin
  8. Bandara Ahmad Yani – Semarang
  9. Bandara Adisutjipto – Yogyakarta
  10. Bandara Adisumarmo – Surakarta
  11. Bandara Internasional Lombok – Lombok Tengah
  12. Bandara Pattimura – Ambon
  13. Bandara El Tari – Kupang

Kontak Angkasa Pura 1

Alamat: PT Angkasa Pura I (Persero)
Kantor Pusat-Jakarta
Grha Angkasa Pura I
Kota Baru Bandar Kemayoran Blok B.12 Kav.2

Jakarta Pusat – Jakarta 10610

Email: humas@angkasapura1.co.id

Facebook: PT Angkasa Pura I – Persero

Twitter: @AP_Airports

Web: http://www.angkasapura1.co.id/

Angkasa Pura II

PT Angkasa Pura II (Persero) adalah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang pengelolaan dan pegusahaan bandar udara di Indonesia, bersama dengan PT Angkasa Pura I yang menitikberatkan pelayanan pada Indonesia bagian barat.

Sejarah

PT Angkasa Pura II (Persero), selanjutnya disebut “Angkasa Pura II” atau “Perusahaan” merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang usaha pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara di wilayah Indonesia Barat. Angkasa Pura II telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia untuk mengelola dan mengupayakan pengusahaan Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng yang kini berubah nama menjadi Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma sejak 13 Agustus 1984.

Keberadaan Angkasa Pura II berawal dari Perusahaan Umum dengan nama Perum Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1984, kemudian pada 19 Mei 1986 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 1986 berubah menjadi Perum Angkasa Pura II. Selanjutnya, pada 17 Maret 1992 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1992 berubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Seiring perjalanan perusahaan, pada 18 November 2008 sesuai dengan Akta Notaris Silvia Abbas Sudrajat, SH, SpN Nomor 38 resmi berubah menjadi PT Angkasa Pura II (Persero).

Berdirinya Angkasa Pura II bertujuan untuk menjalankan pengelolaan dan pengusahaan dalam bidang jasa kebandarudaraan dan jasa terkait bandar udara dengan mengoptimalkan pemberdayaan potensi sumber daya yang dimiliki dan penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik. Hal tersebut diharapkan agar dapat menghasilkan produk dan layanan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat sehingga dapat meningkatkan nilai Perusahaan dan kepercayaan masyarakat.

Kiprah Angkasa Pura II telah menunjukkan kemajuan dan peningkatan usaha yang pesat dalam bisnis jasa kebandarudaraan melalui penambahan berbagai sarana prasarana dan peningkatan kualitas pelayanan pada bandara yang dikelolanya.

Pengoperasian Bandara

  1. Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta)
  2. Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  3. Kualanamu (Medan)
  4. Supadio (Pontianak)
  5. Minangkabau (Padang)
  6. Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)
  7. Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)
  8. Husein Sastranegara (Bandung)
  9. Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh)
  10. Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang)
  11. Sultan Thaha (Jambi)
  12. Depati Amir (Pangkal Pinang)
  13. Silangit (Tapanuli Utara).

Kontak Angkasa Pura II

Building 600 Soekarno-Hatta International Airport

PO BOX 1001/BUSH Jakarta 19120 Indonesia

Telp: 1500 138

Email: contact.center@angkasapura2.co.id

Facebook: AP II Contact Center

Twitter: @contactap2

Website: http://www.angkasapura2.co.id


Referensi:

wikipedia

Angkasa pura I

Angkasa Pura II

Satu pemikiran pada “Perbedaan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s