Tantangan Menjadi Anak Semester Akhir di SMA/ SMK


Assalamu alaikum w. w

selamat malam kawan-kawan (penulis menulisnya malam-malam😀 )

Tepat semester genap bagi anak kelas XII/ 12 SMA/SMK atau sederajat bukanlah waktu yang singkat apalagi bersantai ria menjelang UN (Ujian Nasional) dan mungkin disaat inilah galau menjadi-jadi, bukan karena ditinggal pacar atau apa tetapi setelah lulus nanti mau dibawa kemana masa depan nanti. Mau langsung kerjakah atau mau kuliah dulu  atau barangkali sudah ada yang bersiap dilamar tentu hal ini harus dipertimbangkan matang-matang.

Ternyata duduk dibangku SMA/ SMA atau sederajat di Semester Akhir banyak sekali tantangannya, berbeda dengan waktu pas SMP mungkin kita hanya berfikir persiapkan UN dan mau lanjut ke SMA/ SMK pilihan dan sekarang bukan hanya UN yang dipikir tapi setelah lulus nanti mau apa??? pusing? sudah pasti pusing jika belum dipersiapkan dari sekarang.

Enak kali yah jika punya orang tua yang punya kekayaan melimpah mau ini mau itu pasti mudah, apalagi jika orang tuanya punya usaha yang menjanjikan bisa saja menjadi pewaris tahta usaha tersebut. Terus bagaimana dengan orang tuanya biasa-biasa saja mau minta ini dan itu belum tentu disanggupi.

Kalau anak lelaki tentu kalau nggak kerja ya kuliah kalau langsung nikah?? emang mau kasih makan rumput buat anak istri nanti. sedangkan anak perempuan kalau nggak kerja berarti mau kuliah atau jika tidak keduannya berarti sudah bersiap langsung kepelaminan.

Permasalahan diatas penulis sudah alami tepat setahun yang lalu pas penulis masih duduk dibangku SMA di semester akhir rasanya galau kuadrat penulis hanya berpikir kalau nggak kuliah terus ngapain -_- kerja? mau kerja apa belum punya softskill yang bagus.

Entah kenapa dari dulu UN masih menjadi momok yang menakutkan rasanya horor banget pas lihat soal -_-. bayangkan aja pas UN SMA 2014 paket soalnya 20 dan satu ruangan jumlahnya 20 anak berarti masing-masing anak berbeda walaupun ada beberapa soal yang diacak dengan soal teman yang lain dan UN masih menjadi penentu kelulusan ooo my God. Berbeda dengan tahun 2015, berbeda Menteri pendidikan tentu berbeda pula kebijakannya. Menurut Keputusan Menteri UN tidak menjadi penentu Kelulusan, selamat yah buat Angkatan 2015 kalian tidak merasakan rasanya menjadi angkatan kami dan sebelumnya.

Apakah karna UN kita menjadi down? tentu saja jawabannya tidak karna UN-lah penulis dan kawan-kawan jadi semangat untuk belajar. Pagi sampai siang penulis sekolah biasa dan sorenya penulis belajar kelompok dengan kawan-kawan penulis dan entah kenapa dari kelompok belajar dikelas yang paling sering aktif ya kelompoknya penulis mungkin kawan-kawan lain punya cara belajar tersendiri biar lebih paham.

sebelum belajar kelompok biasanya penulis makan bersama dengan kawan-kawan dan makan bersamanya itu lho nasi dan lauknya dijadikan satu diatas kertas minyak wah rasanya itu momen yang tak terlupakan😀.

saran buat anak kelas 12 di semester akhir alangkah baiknya dibuat kelompok belajar dengan 3 anak atau 5 anak jangan terlalu banyak manfaatin kelompok tersebut buat saling tanya biar paham mana yang belum paham di soal-soal UN.

karena penulis hanya berpikir nanti setelah lulus rencana mau kuliah maka penulis mengikuti seleksi nasional SNMPTN buat masuk perguruan tinggi negeri apalagi waktu itu beredar berita bahwa hasil UN juga buat pertimbangan SNMPTN maka mau nggak mau UN harus tinggi.

dan tibalah saatnya penulis harus jalani laga hidup dan mati selama 3 hari yaitu mulai tanggal 14 April-16 April 2014 Ujian Nasional. sebelum UN dimulai seperti biasa penyakit berkeliaran kunci bocoran UN berkeliaran mulai berbiaya sampai gratisan pun ada karna penulis sudah berkeyakinan UN SMA merupakan UN terakhir penulis maka UN ini harus tanpa minta kunci bocoran bukan berarti sombong atau gimana tapi ini juga layak untuk dipertimbangkan masa iya selama mengikuti UN masih belum percaya dengan kemampuan diri sendiri apalagi ini terakhir buat ngikuti UN. Dan selama 3 hari itu penulis berjuang keras buat ngerjakan UN sebisa mungkin.

20 Mei 2014 pun tiba tepat ditanggal tersebut UN diumumkan. penulis santai-santai saja soalnya dah percaya pasti lulus tapi nilainya? entahlah. setelah mendapatkan kabar dari ibu penulis bahwa lulus wah rasanya bersyukur banget namun setelah melihat hasil nilai kurang begitu memuaskan tapi tetap disyukuri saja itu hasil kerja selama ini tanpa kunci bocoran. Tetapi yang paling ditunggu-tunggu tanggal 27 Mei 2014 ditanggal tersebut merupakan pengumuman SNMPTN dan laga hidup dan mati buat lanjut study hehe dan alhamdulillah akhirnya dari semua rangkaian usaha selama ini membuahkan hasil juga bahwa penulis lolos SNMPTN di UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) dan begitu pula dengan kawan-kawan kelompok belajar ada juga yang lolos selamat yah.

semangat buat adik-adik kelas 12 yang saat ini masih dipusingkan berbagai hal dan selamat buat menikmatinya🙂

Terimakasih kawan-kawan semoga masih tetap semangat🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s