Mitos-Mitos tentang Nuklir


Assalamu alaikum w. w

Tentunya kawan-kawan sudah banyak yang mengetahui tentang apa itu nuklir, jika belum silahkan segera cari tahu yah karna penting bangetšŸ˜€, nuklir merupakan sumber energi yang penuh dengan kontroversinya baik dari segi manfaat maupun juga dari segi akibat jika terjadi sesuatu. kali ini ada salah satu pendiri aktivis lingkungan yang sudah sangat tersohor nama lembaganya. Tapi kali ini bukan membahas lembaga tersebut tapi membahas pernyataan-pernyataan salah aktivis lingkungan tersebut yang sekarang getol dengan mendukung tentang pemanfaatan energi nuklir.

perkenalkan dia adalahĀ Patrick Moore, kawan-kawan bisa searching dan Ā mencari lebih dalam tentang dia itu seperti apa kok bisa sampai menudukung energi nuklir karna kebanyakan aktivis lingkungan sangat sensitif jika ada namanya nuklir hehe. Kali ini patrick more membeberkan beberapa mitos tentang nuklir yang tidak benar, wah silahkan kawan-kawan simak dibawah yahšŸ™‚ biar kalian makin fresh dengan ilmunyašŸ™‚


  • Mitos 1: Energi nuklir itu maha

Fakta: Energi nuklir adalah satu di antara sumber energi yang tidakĀ mahal. Di tahun 2004, rata-rata ongkosĀ produksi listrik di AmerikaĀ Serikat adalah kurang dari dua sen per kilowatt-jam, setingkat denganĀ ongkos batubara dan listrik-hidro. Kemajuan dalam teknologi akanĀ menurunkan lagi ongkos itu di masa mendatang.

  • Mitos 2: PLTN itu tidak aman

Fakta: Kalau dapat dikatakan bahwa kecelakaan Three Mile Island ituĀ suatu kisah sukses, maka kecelakaan di Chernobyl itu tidak dapat dikatakan demikian. Kecelakaan Chernobyl itu sepertinya menunggu akan terjadi. Model awal dari reaktor Uni Soviet tidak menggunakan bejana kontenmen (sungkup, containment vessel), dalam hal desain dikatakan sebagai tidak-aman melekat, sedang operatornya kemudian meledakkannya.

Forum multi-lembaga PBB untuk Chernobyl tahun lalu melaporkanĀ bahwa hanya 56 kematian dapat dikaitkan dengan kecelakaan itu,Ā sebagian besar korban adalah akibat radiasi atau luka-bakar sewaktuĀ memadamkan api. Memang tragis sekali korban kematian itu, namunĀ angka itu sangat kecil jika dibandingkan dengan kecelakaan di tambangĀ batubara sebanyak 5000 jiwa seluruh dunia setiap tahun. Atau jikaĀ dibandingkan dengan 1,2 juta jiwa yang meninggal setiap tahun akibatĀ kecelakaan mobil. Tidak seorangpun meninggal dalam sejarah programĀ nuklir untuk sipil di Amerika Serikat. (Disayangkan, bahwa ratusanĀ pekerja tambang uranium meninggal pada tahun-tahun awal industriĀ ini. Hal itu telah sejak lama diperbaiki).

  • Mitos 3: Sampah nuklir itu akan berbahaya selama ribuan tahun

Fakta: Dalam 40 tahun, bahan bakar yang telah digunakan hanya akan memancarkan seperseribu radioaktivitas dibandingkan pada waktu bahan bakar itu dikeluarkan dari reaktor. Dan sebenarnya sangatlah tidak benar jika dikatakan itu sebagai sampah (atau limbah), karena 95% potensi energinya masih tersimpan di dalam bahan bakar bekas pada siklus pertama.

Sekarang Amerika Serikat telah mencabut larangan daur-ulang bahan bakar nuklir bekas, dengan demikian akan dimungkinkan pemanfaatanĀ energi itu serta akan banyak mengurangi jumlah sampah yang harusĀ diolah atau disimpan. Bulan lalu, Jepang telah bergabung denganĀ Perancis, Inggris dan Rusia dalam kegiatan daur-ulang bahan bakarĀ nuklir ini.

  • Mitos 4: Reaktor nuklir itu rawan terhadap serangan teroris

Fakta: Beton bertulang yang tebalnya satu-setengah meter melindungi isi bangunan kontenmen dari luar maupun dari dalam. Bahkan kalau sebuah jumbo jet menabrak reaktor dan merusak kontenmen, reaktor tidak akan meledak. Ada banyak jenis fasilitas yang lebih rawan termasuk pabrik pencairan gas alam, pabrik kimia dan sejumlah sasaran politik.

  • Mitos 5: Bahan-bakar nuklir itu dapat dialihkan untuk membuat senjata nuklir

Fakta: Senjata nuklir sudah tidak lagi harus tak-terpisahkan dengan PLTN. Teknologi centrifuge (teknologi pengkayaan uranium-235) kini memungkinkan suatu negara memperkaya uranium tanpa harus membangun reaktor nuklir. Iran misalnya, tidak memiliki reaktor yang menghasilkan listrik, padahal negara ini telah memiliki kemampuan membuat bom nuklir. Ancaman senjata nuklir Iran sama sekali dapat dibedakan dari pembangkit energi nuklir untuk maksud damai.Ā Selama 20 tahun, satu di antara alat yang paling sederhana ā€œperangā€ telah dipakai membunuh jutaan manusia di Afrika, jauh lebih banyak dari pada korban yang meninggal di Hiroshima dan Nagasaki (digabungkan). Tetapi toh tidak seorangpun yang mengusulkan untuk melarang perang, karena perang adalah alat yang sangat berharga di negara berkembang.

Satu-satunya pendekatan pada isu penyebaran senjata nuklir adalahĀ menempatkan isu itu pada agenda internasional yang lebih tinggi danĀ menggunakan diplomasi dan bila perlu kekuatan, untuk menghalangiĀ pemerintahan atau teroris dari pemakaian bahan nuklir untuk tujuanĀ perusakan. Teknologi baru, seperti misalnya sistem proses-ulang yangĀ akhir-akhir ini diperkenalkan di Jepang (yang tanpa proses pemisahanĀ plutonium dari uranium) akan membuat pembuatan senjata nuklirĀ dengan menggunakan bahan nuklir keperluan sipil, menjadi lebih sulit.

sumber by buku patrick moore BATANšŸ™‚


wassalamu alaikum w. w

salam energi terbarukanšŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s