Bahaya Terlalu Banyak Minum “Soft Drink”


Saat orang Amerika mulai sadar pada dampak buruk mengonsumsi sukrosa, kita di sini malah bangga meniru pola makan mereka. Bahkan lebih getol mengasup “soft drink”, permen, biskuit yang dilapisi sukrosa, sampai gula dan sirup jagung yang kerap dipromosikan sebagai rendah kalori (padahal tidak begitu).
Banyak orang masih belum mengerti bahwa gula (gula dari tebu atau sukrosa) mengandung glukosa dan fruktosa dengan perbandingan yang sama besar. Dalam kondisi “normal” tidak berlebihan), glukosa dibakar melalui jalur “biasa” menjadi tenaga, sedangkan sisa pembakaran glukosa diubah menjadi asam lemak. Pembakaran fruktosa pun harus melalui jalur pembakaran glukosa ini. Setelah sukrosa dicerna di usus, glukosa dan fruktosa masuk ke pembuluh darah dan hati.
Bagaimana jika sukrosa yang dikonsumsi terlalu banyak sehingga timbul gelombang atau “banjir” glukosa dan fruktosa? Dampaknya, fruktosa tidak dapat masuk jalur pembakaran glukosa sehingga terpaksa menempuh jalur pintas, diubah menjadi gliserol-3-fosfat. Begitu juga dengan glukosa, jika terlalu banyak akan diubah pula menjadi gliserol-3-fosfat. Padahal gliserol-3-fosfat ini dapat mengikat tiga asam lemak dan membentuk trigliserida. Trigliserida ada yang bebas beredar dalam darah, ada pula yang disimpan dalam jaringan lemak. Peningkatan kadar trigliserida dapat memicu penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler).
Begitu berbahayanya trigliserida ini, kelebihan 800mg/dl saja sudah dapat menyebabkan terjadinya pankretitis akut atau radang kelenjar pankreas, untuk itu penting menjaga trigliserida tetap normal, di bawah 80 mg/dl.
Dahulu di Amerika Serikat, meningkatnya kasus kardiovaskuler, obesitas, dan diabetes menimbulkan kekhawatiran, sekaligus menimbulkan gagasan untuk mengganti konsumsi lemak hewan dengan karbohidrat sebagai sumber energi. American Diabetes Association bahkan merekomendasikan energi dari lemak tidak boleh lebih dari 30%. Karbohidrat pun menggantikan posisi lemak sebagai sumber energi utama. Namun, sumber energi pengganti lemak pun tak sepenuhnya aman karena belakangan terbukti, sukrosa terutama fruktosa, ternyata dapat meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar kolesterol baik dalam darah sehingga meningkatkan jumlah pasien kardiovaskuler. Tak heran kalau American Diabetes Association akhirnya menganjurkan pembatasan pemakaian sukrosa dan menggantikannya dengan tepung.

#sumber intisari

2 pemikiran pada “Bahaya Terlalu Banyak Minum “Soft Drink”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s