5 fakta tentang kentut


Assalamu alaikum wr. wb

Tahukah Anda, flatulence merupakan istilah ilmiah dari kentut. Banyak orang hanya menilai kentut dari sisi negatifnya dan tidak menyadari manfaat dari buang gas. Bahkan sebagian orang merasa malu dan segan untuk mengeluarkannya karena takut berbau dan berbunyi keras. Padahal, secara medis buang gas adalah hal yang normal. Dan ternyata bukan hanya manusia yang buang gas. Lalu apa lagi fakta unik mengenai kentut? Simak yang satu ini:

 

1. Udara yang Terjebak di Dalam Tubuh

Secara ilmiah kentut disebabkan karena udara yang terjebak di dalam tubuh. Udara ini dihasilkan dari proses makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh manusia. Udara ini kemudian berubah menjadi gas akibat proses kimia yang dibantu oleh bakteri di dalam tubuh. Sementara suara kentut dihasilkan dari kekuatan tekanan yang ada di dalam tubuh.

 

2. Bau flatulence

Komposisi gas dalam flatulence terdiri dari 59 persen nitrogen, 21 persen hidrogen, 9 persen karbondioksida, 7 persen methana dan 4 persen oksigen. Yang membuat kentut beraoma tak sedap adalah kandungan hidrogen sulfida atau sulfur di dalamnya. Sulfur dapat diperoleh dari makanan seperti kacang-kacangan, kubis, soda dan telur. Semakin banyak tubuh kita mengandung gas sulfur semakin tidak sedap aroma flatulence.

 

3. Dalam sehari manusia kentut 14 kali

Rata-rata manusia memproduksi setengah liter gas flatulence dalam sehari. Perempuan memproduksi lebih banyak gas flatulence dalam sehari. Sebuah penelitian menyebutkan, walaupun jumlah makanan yang dikonsumsi pria dan wanita sama, tubuh perempuan mampu memproduksi gas flatulence lebih banyak. Uniknya sebuah perhitungan menunjuukan jika jumlah flatulence seseorang selama enam tahun sembilan bulan, energinya sama dengan satu buah bom atom.

 

4. Kecepatan Kentut = 10 kaki per detik

Meskipun kecepatan anginnya bervariasi, namun radiasi aromanya baru akan tercium setelah 10-15 detik setelah dikeluarkan. Hal tersebut disebabkan karena aroma membutuhkan waktu untuk dapat mencapai hidung (indra penciuman).

 

5. Menahan Kentut buruk untuk kesehatan

Secara medis, flatulence atau kentut merupakan hal yang alami. Kentut merupakan salah satu hasil dari proses pencernaan. Untuk itu, seseorang disarankan untuk tidak menahan kentut terlalu lama. Karena, kentut yang dtahan akan berdampak buruk bagi kesehatan, seperti wasir atau sembelit.

 

Source :: Republika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s