cerpen “Pergi untuk Kembali”


Ini cerpen pertama atau kedua yang aku buat, cerpen ini dibuat sebagai program kegaiatan akhir bersama  keluargaku LJ 2016.  Mungkin masih banyak kekurangan dalam isi cerpennya baik kata-katanya maupun yang lain (harap dimaklumi). Selamat membaca salam literasi🙂.

Pergi untuk kembali

Oleh Azzam Zukhrofani Iman

Pukul 17.00 pesawat akan segera mendarat, masih teringat jelas lima tahun lalu. Saat diri ini harus pergi meninggalkan ibu seorang diri di rumah dengan penuh rasa sesak didada. Sejak kematian ayah enam tahun silam, semuanya menjadi berubah. Ayah yang setiap hari pergi untuk banting tulang kini harus digantikan oleh ibu. Setiap pagi ibu harus berangkat berladang dan kembali ke rumah sorenya. Ladang merupakan satunya-satunya harta peninggalan ayah bersama dengan rumah kecil berukuran 10×20 meter.

Dari pernikahan ibu dan bapak hanya mempunyai seorang anak saja. Sejak kecil ayah selalu menanamkan sikap untuk selalu jujur, sabar dan sederhana. Beliau sangat marah ketika anaknya berbohong dan bersikap manja. Ayah memang sangat keras dalam mendidik anaknya, tak heran jika tiap saat dia selalu menyampaikan bahwa kamu harus sukses dari ayah maka merantaulah dan jangan kembali ke rumah ini dalam keadaan pecundang dan tak punya apa-apa.

Sejak ayah diusir dari kakek karena menikahi ibu yang merupakan anak petani miskin maka ayah sangat berharap anaknya bisa sukses sehingga menjadikan kebanggaan keluarga. Dulunya saat ayah menikah dengan ibu, kakek sangat menentang keras dan mengancam akan mencoret ayah dari harta warisnya. Namun ayah bersikeras bahwa bukan harta yang ia kejar namun kebahagiaanlah yang selama ini ia dambakan. Walaupun pada akhirnya ayah harus pergi dan tetap menikahi ibu.

Ayah memang sangat pekerja keras dan dia sangat percaya bahwa suatu saat kerja kerasnya akan terbayarkan. Uang hasil kerja ayah itulah kemudian untuk membeli sepetak rumah dan ladang. Terusir dari keluarga besarnya sangat menyakitkan dan sesekali ayah harus mengusap air matanya disaat beliau sedang duduk sendirian.

“Apakah masih terus memikirkan kakek yah?”

“samsul, sejahat-sejahatnya kakekmu dia adalah seorang ayah yang membesarkan anaknya dan sebagai pemimpin keluarga, maka tak elok jika ayah harus dendam dan benci kepada kakekmu sementara dia telah berjasa dalam membesarkan anak-anaknya”, jawab ayah.

Setelah kematian ayah, ibu berusaha bangkit untuk tetap tegar dan berusaha untuk ceria di depanku. Ibu sangat mencintai ayah dialah yang selama ini menjadi penyemangat agar ayah tetap sabar dan selalu membujuk ayah agar terus bersilaturahhmi dengan kakek. Walaupun sampai ayah meninggal ayah belum bertemu kembali dengan kakek. Sungguh malang ayah sudah terusir dari keluarganya sampai meninggalpun tak ada keluarganya yang datang.

“samsul, mengapa pagi-pagi sudah melamun”, ibu mengagetkanku

“engga bu, samsul hanya kepikiran ayah saja”.

”Samsul sebentar lagi kamu akan menghadapai ujian nasional, itu tandanya sebentar lagi kamu akan pergi meninggalkan rumah ini. Ingatlah pesan ayahmu dimanapun kamu berada untuk tetaplah jujur dan rendah hati. Teruslah menjalin silaturahmi dengan keluarga kakekmu dan janganlah kesedihan ayahmu menjadikan kamu sebagai orang pendendam”,

“bu jangan bicara seperti itu”,

“samsul, sekarang kamu sudah besar dan sudah waktunya kamu memilih hidupmu”. Jawab ibu

“bu siapa yang akan menjaga ibu jika samsul harus pergi dari rumah ini, sementara ibu disini sendirian dan siapa yang akan membantu ibu berladang dan merawat ibu jika sakit”, jawabku.

“samsul Allahlah yang akan membantu dan menjaga ibu, maka merantaulah dan merantaulah”, ketus ibu.

Menjelang ujian nasional ada sebuah tawaran beasiswa ke jepang untuk study di Kyushu University disana mensyaratkan untuk membuat essay tentang diri sendiri dan program-program yang akan dilakukan setelah lulus nanti dan mensyaratkan nilai rapot fisika, kimia, matematika dan bahasa inggris minimal 90. Namun juga mensyaratkan dapat berbahasa jepang dan akan dikursuskan beberapa bulan setelah lolos beasiswa nanti. Dengan modal doa dan semangat semua persyaratan dapat dilengkapi dan segera dikirimkan ke lembaga pendidikan Jepang.

Suara burung dan orang yang sedang menyapu membangunkanku. Di jendela terlihat ibu sedang menyapu pekarangan. Sungguh beruntung mempunyai ayah dan ibu dengan berbagai permasalahan yang ada mereka tetap tegar sampai mautpun memisahkan mereka berdua. Jika ayah masih hidup tentu saya sudah dimarahin karena melihat ibu yang menyapu. Dalam keluarga ini mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing, ayah bekerja diladang, ibu memasak dan mengasuh anaknya, dan saya menyapu dan mencuci pakaian.

“kamu sudah bangun to sul?”

“sudah bu, hari ini saya pulangnya sore ada les tambahan”

“ibu sudah menyiapkan makanan dimeja dan habis itu nanti bawa kotak makanan untuk dibawa buat makan siang kamu”.

            “mas,,,, mas,,, ini kopi pesanannya”

            “Aaada apa mba?”, jawabku dengan gelagapan

            “ini kopi pesanan mas tadi, maaf mengagetkan mas”, jawab pramugari.

Tak sadar ternyata sudah 10 menit saya melamun dan sebentar lagi pesawat akan segera mendarat.

            “Para penumpang yang terhormat, sesaat lagi kita akan mendarat di Bandar Udara internasional Jakarta SOEKARNO-HATTA. Kami persilahkan kepada anda untuk kembali ke tempat duduk anda masing-masing, menegakan sandaran kursi, menutup dan mengunci meja-meja kecil yang masih terbuka di hadapan anda, dan mengencangkan sabuk pengaman. Akhirnya kami seluruh awak pesawat nion Air di bawah pimpinan kapten Anton mengucapkan terima kasih telah terbang bersama kami, dan sampai jumpa di lain penerbangan lain waktu. Terima kasih.”.

            “jakarta i’am coming”

Sudah lima tahun berpetualang di negeri orang, sekarang waktunya buat meghabiskan dan berbakti pada tanah air tercinta ini.

            “samsulllll”, suara dari jauh yang tak asing saya dengar

            “ibu,,,,,,,”

            “kamu akhirnya pulang nak, sekarang kamu sudah besar”, jawab ibu

            “ibu dari siapa saya pulang hari ini?”

            “ibu dari pak dedi, dialah yang selama ini memberitahukan kabar kamu selama di jepang dan beliau sering membantu ibu”,jawab ibu

            “sekarang dimana pak dedi bu?”

            “beliau menitipkan pesan bahwa beliau tidak bisa menjemput kamu karena ada pekerjaan dari kantor”.

Pak dedi bekerja di sebuah lembaga pendidikan jepang yang bertugas mencari para penerima beasiswa yang punya kapabilitas tinggi di berbagai pelosok tanah air. Saya mengenal beliau sejak dinyatakan saya lolos beasiswa dan diundang beliau ke jakarta. Beliaulah yang selama ini terus menyemangati dan memotivasi saya dan karena paksaaan beliualah saya disuruh untuk kembali pulang dan menemui ibu.

             Sesampai di depan rumah, saya kaget rumah yang dulu saya tempati kini tampak berubah. Rumah yang dulu begitu lusuh dan terlihat kumuh kini sudah nampak rapi dengan cat biru yang menghiasi dinding. Setelah saya meninggalkan rumah dan merantau di negeri orang, kakek mencari ayah dan beliau sangat menyesal atas perlakuannya dulu dan atas permintaan kakeklah rumah ini di perbaiki seperti tampak sekarang. Namun yang membuat saya sedih adalah setelah satu bulan sejak rumah ini diperbaiki kakek sakit dan harus dilarikan ke rumah sakit walaupun akhirnya kakek tidak dapat tertolong lagi. Kakek mewasiatkan agar dimakamkan di samping makam ayah.

            Ayah, saya sangat bangga punya ayah yang seperti engkau. Atas kesabaranmulah akhirnya semuanya menjadi manis. Kakek yang dulu pernah mengusir engkau dan akhirnya datang dengan penuh penyesalan. Dan tahukah engkau yah saya kembali pulang seperti yang sudah ayah perintahkan saya pulang tidak menjadi seorang pecundang namun saya pulang dengan penuh kebahagiaan. Kerja keras dan nasehat-nasehatmulah menjadi obat yang mengantarkan samsul menjadi seperti sekarang. Terima kasih ayah sekarang samsul harus kembali ke rumah walaupun samsul hanya melihat papan nisan makam ayah,  semoga ayah tenang di alam sana.

            Dari kejauhan, tampak ibu sedang gusar di depan rumah, entah apa yang terjadi di dalam rumah. Ibu memanggil saya dan memberitahukan bahwa ada tamu di rumah, tanpa pikir panjang saya masuk ruang tamu dan sangat kaget ketika di ruang tamu ada orang yang selama ini sangat berjasa besar.

            “pak dedi,,,,”

            “maaf samsul, bikin kaget kamu. Dan minta maaf juga bapak kemarin tidak dapat menjemput kamu di bandara karena sedang ada tugas kantor mengurus pertemuan para penerima beasiswa”, pak dedi menjawab

            “tidak apa-apa pak, justru saya yang harus minta maaf  ke bapak dan berterima kasih karena sejak saya diterima beasiswa, bapaklah yang selama ini membantu keluarga kami. Saya sangat berterima kasih”.

            “samsul ini sudah menjadi tugas bapak, dengan tugas ini pula bapak belajar dari kalian karena dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan namun kalian bisa membuktikan bahwa semangat dan kerja keras kalian pada akhirnya yang mengantarkan kalian menuju kesusksesan di samping itu pula doa dari bapak ibu kalian sangat berperan besar. Kedatangan bapak kesini adalah untuk bersilaturahmi dan juga meminta samsul untuk menggantikan bapak karena sebentar lagi bapak akan pensiun dan bapak sangat percaya bahwa samsul adalah orang yang tepat buat menggantikan bapak”, jawab pak dedi.

            Berat rasanya harus memikul tanggung jawab ini namun semangat dan kerja keras yang  ayah ajarkan dan juga ibu yang selama ini berkorban besar setelah kepergian ayah dan motivasi yang terus diberikan pak dedi menjadi modal yang cukup dan saya harus membuktikan bahwa saya bisa mengemban amanah ini dan terus berbakti pada negeri ini dengan mencari para pemuda yang punya semangat besar untuk belajar yang akan menjadi para pemimpin masa depan.

 

Para orang hebat dibelakang


dibalik sebuah kesuksesan ada para orang-orang hebat dibelakang🙂

4 oktober 2016, sudah  2 tahunan saya kuliah di UNY rasanya baru kemarin saya lulus kemudian melanjutkan kuliah dikampus ini. Banyak hal yang saya pelajari dan dapatkan disini dan ketemu berbagai teman dari berbagai daerah dan itu hampir mustahil saya dapatkan saaat SMA.

kadang rasanya ingin kembali ke masa dulu saat masih SD, saat dimana belum mengenal HP dengan berbagai macam fiturnya dan medsos yang sekarang orang dengan mudahnya mengumbar berbagai hal.  Mungkin dulu memang katro dan polos namun kadang dimasa itulah kita bisa lebih fokus untuk belajar dan bermain bersama dengan teman. Saya masih teringat dulu setiap selepas maghrib banyak anak-anak dikampung saya pada mengaji dan guru pertama saya ngaji adalah mbah (kakek) saya sendiri dan pernah juga dimarahi dan dipukul sama bapak saya karna main-main di dalam masjid saat dimana orang-orang sedang sholat. Dimasa SD itu pula pertama kalinya saya mewakili sekolah untuk mengikuti lomba PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni) dan lomba mata pelajaran umum dan alhamdulillah di PORSENI dapat juara 1 pidato bahasa inggris tingkat kecamatan dan juara harapan 2 untuk pelajaran umum tingkat kabupaten.  Rasanya sangat manis🙂.

masa SD udah berlalu, masa SMP juga sudah berlalu dan masa SMApun juga berlalu namun kenangan akan terus terkenang sepanjang waktu.

Sekarang masa kuliah sedang berjalan dan harus dimanfaatkan dengan sebaiknya agar apa yang menjadi impian menjadi tercapai, memang impian seperti sebuah spirit dan mantra disaat sedang drop dengan berbagai rutinitas.

ada sebuah ungkapan jangan hanya sekedar kuliah namun manfaatkan masa kuliah buat mencari dan belajar berbagai hal karena setelah perkuliahan nanti waktu akan semakin sibuk dengan pekerjaan dan keluarga nantinya.

Dari dua tahun ini sudah berbagai kegiatan saya ikuti dan berbagai kepanitiaan sudah pernah diikuti baik tingkat jurusan sampai tingkat nasional. dan disisa masa perkuliahan ini yang jadi prioritas adalah kuliah dan menjadi seorang kakak/sahabat/guru bagi adik-adiku di keluarga LJ, Tutorial, asistensi dan yang lain.

Terimakasih buat orangtuaku, adiku dan keluarga dirumah🙂

keluarga laboratorium jurnalistik 16🙂

 

Hanya Pemberi Sebuah Harapan


img_20160730_103108

Lokasi Kali Biru, Kulon Progo, DIY

Pernahkah ketika temanmu, sahabatmu, atau siapapun itu yang istimewa bagimu memberikan sebuah kata-kata yang sangat manis dan dibumbui dengan berbagai hal yang menyenangkan dan kamu sangat excited banget karna itulah selama ini yang kamu dambakan. Sehingga kamu sangat intens banget dengan orang tersebut. Setiap pagi, siang, sore hari atau bahkan setiap saat kamu tak bisa fokus pada pekerjaanmu, seolah-olah ada beban yang terus berputar dikepalamu sehingga harus segera ditunaikan.

Detik demi detik, jam demi jam, haripun berganti namun harapan itu tak kunjung terealisasi bahkan tak ada kabar sedikitpun. Ketika kamu mencoba untuk mencari jawaban namun tak ada jawaban sedikitpun. Dan kamu selalu bertanya ada apa, kenapa dan mengapa bisa terjadi.

Harapan memang manis apalagi yang memberi harapan adalah yang sangat istimewa bagimu. Jika harapan itu terwujud tentu itu tidak akan menjadi masalah bagimu karna itu memang seharusnya. Namun sering kali yang membuat kita kesal adalah ketika kita diberikan sebuah harapan dengan berbagai macam cara dan kita mempercayai dan menyakininya begitu saja. Namun ketika kita meminta hak tersebut yang kita dapat bukan wujud dari harapan tersebut yang ada hanya rasa sakit di hati.

Sabar memang tidak ada batasnya namun menjaga perasaan orang lain juga penting. Karena bagaimanapun semuanya butuh kepastian tidak ada yang menggantung agar hidup ini menjadi tenang tidak ada yang terus dipikirkan.

Mungkin ini menjadi pelajaran agar tidak menggantungkan harapan banyak pada siapapun karena jika ingin menggantungkan harapan mintalah pada sang penciptanya yaitu Allah SWT. Sesuai dengan firmannya yang artinya Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (QS. Al Iklhas: 2)

Me-Manajemen Keuangan Mahasiswa


Sebagai seorang mahasiswa yang baik maka perlu membuat suatu manajemen dan terobosan agar kehidupan kuliah lancar, keuangan lancar, permasalahan lainpun juga lancar. Disini saya ingin membahas manajemen keuangan mahasiswa berdasarkan pengalaman sendiri dan teman-teman.

Saya seorang mahasiswa fisika yang tentunya sangat jauh dari kesan manajemen apalagi keuangan namun tidak ada salahnya jika saya membahas ini karena memang ilmu manajemen sebetulnya dapat dilakukan siapapun apalagi jika sudah menjadi kebiasaan. Persoalan yang sering dialami mahasiswa selain tugas kuliah biasanya terkait keuangan. Masalah ini sudah klasik banget dan kadangkala suka heran sendiri, karena duit cepat banget habis padahal kemarin baru saja ambil uang. Dan yang paling heran adalah ketika melihat teman-teman pada pinjam uang kesaya karena yang pinjam bukan Cuma satu namun ada beberapa. Sehingga jika di totalin mungkin sudah berapa ratus ribu bahkan juta. Saya bukannya sombong atau tidak membantu karena memang sumber keuangan saya sendiri juga dari Bidikmisi yang kadang turunnya tidak pasti dan jika sudah kejepit saya minta dikirimi uang. Pinjam uangnya bukan Cuma sekali dan itu menjadi sering dan terbiasa sehingga membuat saya kadang kesal. Saya tahu tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah namun menjadi tidak baik jika meminjam terus karena itu akan menjadi kebiasaan yang terus menerus.

Sekali lagi, Sebagai seorang mahasiswa tentunya perlu melakukan manajemen dan terobosan. Karena jika kita mampu memanaje keuangan tentunya segala kebutuhan mahasiswa akan lancar. Bagaimana caranya agar kita dapat memanajemen keuangan yang baik, berikut saya paparkan yang selama ini saya lakukan dan teman-teman

Skala prioritas

Gunakan skala prioritas untuk membeli kebutuhan-kebutuhan yang penting dan sangat mendesak jangan membeli hal-hal yang kurang penting karena akan membuat biaya pengeluaran membengkak. Jika bingung menentukan mana yang lebih penting dapat melihat durasi waktu dan kegunaan karena kadangkala ada tugas yang menuntut kita harus membeli peralatan dan barang pastikan harganya terjangkau dan jika tidak memungkinkan dapat menggunakan alternatif lain yang tentunya tak mengeluarkan biaya banyak.

Jangan gengsi dan ikut-ikutan teman

Sebagai mahasiswa yang mempunyai banyak teman dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Tentunya masing-masing mempunyai kebiasaan yang berbeda. Yang harus diperhatikan adalah jangan gengsi dan tak usah ikut-ikutan mereka yang mempunyai kebiasaan tidak baik karena nanti akan menjerumuskan diri sendiri. Bertemanlah dengan siapa saja dan ambilah hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Puasa senin kamis

Bagi yang beragama islam tentunya tidak asing dengan berpuasa. Puasa selain mendapatkan ketenangan hati dan berpahala juga akan sangat membantu dalam memanajemen keuangan. Namun sekali lagi niatkan puasa karena Allah SWT jangan karena ingin memanaje duit terus berpuasa itu sebuah kekeliruan besar dan justru merugikan diri sendiri karena yang ada kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.

Atur porsi dan jadwal makan

Tak selamanya sebagai mahasiswa mempunyai uang banyak sehingga dalam persoalan makanpun harus diatur agar perut tetap kenyang, hati tenang, pikiranpun juga tenang. Jika kita kebiasa makan yang enak-enak seperti daging, telur mapun yang lain maka dapat mengganti dengan sayuran, tempe tahu dengan harganya yang relatif murah. Carilah tempat makan disekitar kostan yang harganya relatif murah dan atur jadwal makannya, jika terbiasa makan 3 kali sehari maka dapat mengurangi menjadi 2 kali dengan pagi sama sore atau siang sore.

Mencuci sendiri

Jika terbiasa mencuci di laundry maka mulai sekarang cucilah dengan tangan sendiri. Tak perlu tiap hari mencuci dapat disesuaiakan dengan aktivitas.

Bekerja paruh waktu

Bekerja paruh waktu merupakan salah satu solusi agar dapat mengimbangi keuangan yang selama ini ditopang dari orang tua maupun beasiswa. Namun perlu di ingat jangan sampai karna kesibukan bekerja sampai melupakan kewajian kita sebagai mahasiswa.

Semoga beberapa tips diatas dapat bermanfaat sehingga menjadikan kita agar selalu memanaje dan tak terbiasa meminjam uang .

 

Kembali lagi


Seperti orang  yang sedang merantau, berapa ratus jauhnya dari kampung halaman kelak ia akan kembali ke tempat dimana ia pertama kali dilahirkan dan tinggal dengan orang-orang yang sangat ia cintai dan sayangi.

Begitulah perumpaan keluarga LJ, keluarga yang lahir dari kalangan-kalangan berbeda dengan punya sikap yang tentu saja tak sama kemudian disatukan menjadi sebuah ikatan keluarga persahabatan yang terus menyatu namun perlahan semuanya mulai memudar menjadi keegoisan masing-masing dengan segala kesibukan.

Banyak orang melihat bahwa kami adalah keluarga yang bahagia, yang terus ceria dan kompak namun yang mereka lihat hanyalah sebuah cover yang terus membungkus menutupi segala permasalahan kami.

alhamdulillah tepat bulan agustus satu persatu mulai kembali yang dulu pada pergi kemana sekarang mulai kembali bersama🙂.

Antara ekspektasi dan realita


Dulu saat kecil, ingin banget menjadi seorang ini itu

Dulu saya berfikir, orang yang sekolahnya tinggi tentu akan dengan mudah mendapatkan kerja

Dulu saya berfikir, orang yang kerja kantoran dengan tempat yang ber ac dengan gaji yang lumayan tentu hidupnya nyaman dan tentram

Dulu saya berfikir, jika orang tuanya seorang pejabat tentu anaknya akan hidupnya lebih nyaman tanpa perlu capai-capai buat nyari uang sebaliknya anaknya seorang yang biasa-biasa aja ya tentu akan biasa – biasa aja. 

Dan semuanya itu tergambar jelas didalam imajinasi, sampai saya hapal didalam benak saya. 

Merindukan dalam Dekapan


ketika interaksi sudah mulai berkurang dan komunikasi menjadi semuanya serba online

ketika semuanya menjadi diam satu sama lain dan tak tahu maksud artinya

perlahan-lahan semuanya mulai berubah

perlahan-lahan semuanya mulai menjadi jauh

dan menyisakan sebuah pertanyaan, “Ada Apa?”

Ada Apa dengan semua ini?

Ada Apa sebenarnya yang terjadi?

begitulah isi hati bertanya

Apakah ini hanya sebuah perasaan saja?

Apakah ini hanya sebuah bentuk kekhawatiran saja?

Apakah ini hanya bentuk rasa sayang kepada kalian?

mungkin kalian tidak pernah memikirkan semua ini

dulu, kita sering berkumpul bersama

membahas dari hal biasa sampai hal yang serius

susah senang semuanya beradu dan terlihat dari wajah kalian

namun seiring waktu berlalu, semuanya sudah mulai punya kesibukan masing-masing

berkumpulpun sudah mulai jarang bahkan dalam tempo yang cukup lama

sebagai gantinya media online menjadi sebuah pilihan

tempat semuanya berbagi hal dari hal biasa sampai persoalan yang serius

banyak emoticon-emoticon lucu yang sering kalian bagikan seolah-olah menggambarkan suasana hati kalian

seiring waktu semuanya hanya diam satu sama lain hanya sebagai pembaca setia

sehingga perlu adanya pembahasan interaktif agar komunikasi tetap berjalan

dan tidak ada pengekangan waktu, agar semuanya dapat bergabung kapan dia bisa

namun seiring waktu berlalu kita lebih banyak menghabiskan waktu buat online daripada kumpul bersama

dan masalah mulai timbul dan sepertinya menggrogoti secara perlahan bagaikan rayap  yang makan kayu sehingga lama kelamaan akan lapuk

begitulah diri ini, kamu, dia dan kalian

kita dulu sering bersama bagaikan keluarga yang utuh, yang harmonis, yang selalu bahagia

susah senang kita hadapi

semuanya mulai terbuka, berbagi hal baik masalah yang dihadapi maupun cerita yang lainnya

namun sekarang sepertinya sudah mulai memudar

apakah ini tanda akan berakhir?

apakah kita bisa seperti dulu?

semuanya pasti bisa karena apapun itu kita adalah KELUARGA ^_^

 

Karena pacar 


Istilah pacar menurut KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih

Selasa (5/6/2016) tepat dimana  umat islam sedang merayakan takbiran dengan penuh kegembiraan setelah sebulan lamanya berpuasa menahan lapar dan dahaga dan juga segala hal yang membatalkan puasa. Kini saatnya umat islam merayakan hari kemenangan hari yang fitri,  hari dimana semua orang.
berkumpul bersama keluarga, kerabat dan lain sebagainya. maka tidak heran banyak yang berbondong – bondong dari berbagai penjuru untuk pulang kampung atau bahasa karennya “mudik” untuk bersilaturahmi.

Lebaran memang sangat dinanti oleh semua orang dimana semua orang dapat berkumpul bersama keluarga, sahabat dan orang-orang yang dicintainya Setelah sekian lama tak berjumpa.

Alhamdulillah setelah sekian lama tak berjumpa akhirnya dapat Berkumpul jua dengan para sepupu. Setelah tamat SMA kehidupan menjadi berubah semua pergi mencari jati diri masing-masing ada yang kejogja, Purwokerto, Jakarta dan sebagainya. Lebaran memang indah.

Berkumpul memang asyik apalagi ditemani oleh secangkir Avogadro hehe minuman kopi ditambah ice cream ditambah dengan kembang api yang menghujani langit malam dan lantunan takbir yang terus menggema menambah suasana malam yang begitu asyik.

Obrolan pun mengalir kesana kemari dan sampai sampai soal pacarpun juga dibahas. Dan seketika diam membisu, gimana mau jawab pacaranpun tak pernah wkwkw sepertinya saya menjadi orang asing ditengah para pakar pacar yang terus membully.

Inginnya sih nikah langsung aja hehe lagipula banyak yang pacaran lama namun akhirnya hanya jagain calon istri orang Dan terlebih lagi tidak istilah pacaran dalam islam adanya taaruf. Jodoh memang penuh misteri bukan berarti orang yang gak pacaran gak nemu jodohnya. Ceritanya hibur diri korban bully wkwkw😀.

Haruskah Kita Bersedih?


Haruskah kita bersedih, ketika kita diputus pacar?

Haruskah kita bersedih, ketika kita kehilangan keluarga kita?

Haruskah kita bersedih, ketika kita berusaha jujur dalam ujian dan kita melihat teman kita melakukan kecurangan?

Diatas hanyalah beberapa opsi, apakah kita harus bersedih dengan kejadian kejadian tersebut ini hanya opsi penulis hehe😀 .

Opsi pertama, Haruskah kita bersedih, ketika kita diputus pacar? jawaban penulis adalah karena penulis tidak pernah merasakan diputus jadi penulis juga bingung apakah harus bersedih dengan menangisi sepenjang hari ataupun bahagia karena kita telah salah memilih😀.  Namun ini juga tidak sesuai dengan karakter penulis hehe yang suka cari pacar kesana kemari dengan muka sok gantengnya hehe lebih baik kan mensholehkan diri, menjaga diri dan semoga juga mendapatkan jodoh sholehah hehe. Dalam agama islam kan tidak ada namanya pacaran🙂. Di dalam Al Qur’an juga menerangkan bahwa laki laki yang baik untuk wanita yang baik baik🙂.

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (Qs. An Nur:26)

 menurut sobat bagaimana?

opsi kedua, Haruskah kita bersedih, ketika kita kehilangan keluarga kita? hmm nggak usah ditanya kalau ini hehehe siapapun itu tentu merasakan kesedihan saat ditinggal keluarga kita dimana kita terbiasa dengan mereka saat sedih maupun senang bersama mereka. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun juga sama dengan kita beliau saat kehilangan paman dan istrinya Siti Khadijah merasakan kesedihan yang mendalam bahkan karena kesedihan tersebut maka dikenal sebagai tahun duka cita. Namun bedanya kita dengan Rosulullah adalah beliau langsung dihibur oleh Allah dengan peristiwa yang kita kenal sebagai Isra Miraj. Namun yakinlah dan berusaha kita pasti bisa melewatinya dan semoga kita termasuk orang orang yang kuat dalam menerima segala cobaan Aamiin.🙂

opsi ketiga, Haruskah kita bersedih, ketika kita berusaha jujur dalam ujian dan kita melihat teman kita melakukan kecurangan? ini mungkin kejadian yang sering biasa kita temui hehehe saya yakin kalian orang orang yang jujur😀. kadang kala yah saat kita berusaha jujur dalam mengerjakan ujian, diawal kita sudah niatkan itu. namun tiba tiba saat kita mengerjakan ujian, teman kita ternyata melakukan kecurangan dengan berbagai cara agar mendapatkan nilai yang memuaskan. Namun jika kita lihat lebih dalam, apalah artinya jika mendapatkan nilai tinggi dari sebuah kecurangan. walaupun dia merasakan kesenangan namun apakah itu kesenangan abadi? tidak bukan. mungkin dari kita juga pernah sama melakukannya yang kita dapat hanyalah kesenangan semu dan ada rasa sesaldidalam hati.

menurut kalian bagaimana?

 

Marhabaan Yaa Ramadhan, Marhabaan Yaa UAS


Cara Mahasiswa UNY menyambut bulan suci Ramadhan

Cara Mahasiswa UNY menyambut bulan suci Ramadhan

Senin (06/06/2016) tepat dimulainya hari pertama UAS bagi mahasiswa UNY. Namun ada yang berbeda dengan UAS kali ini yaitu bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1437H. Sesuai dengan ketetapan sidang Itsbat yang dilakukan Kementrian Agama RI.
Bagi penulis ini adalah UAS pertama yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, pada tahun lalu puasa dilakukan setelah UAS.  Semoga UAS di semester 4 mendapatkan nilai apa yang menjadi harapan Aamiin🙂.

Begitulah cara Mahasiwa UNY menyambut Bulan Suci Ramadhan 1437H🙂.

Kos Samirono, 10/06/2016.